Selasa, 15 September 2009

Kayu Manis Mempertahankan Kestabilan Gula Darah

Sebuah studi menemukan bahwa menambahkan kayu manis ke dalam makanan pencuci mulut dapat menekan kadar gula darah tanpa menghilangkan rasa manis.

Para peneliti di Malmo University Hospital di Swedia menemukan bahwa dengan menambahkan satu sendok teh lebih kayu manis ke dalam semangkok pudding akan menurunkan kadar gula darah. Survei ini dilakukan pada sekelompok sukarelawan kesehatan.

Penemuan ini dipublikasikan dalam “American Journal of Clinical Nutrition”, untuk memperkuat bukti dari studi yang pernah dilakukan sebelumnya tentang kemungkinan kayu manis dapat mengontrol kadar gula dalam darah.

Walaupun begitu, masih sangat terlalu dini untuk menyatakan kayu manis sebagai suatu terapi bagi diabetes, yaitu sebuah gejala dimana kandungan gula darah meningkat tajam karena fungsi hormon insulin yang mengatur sirkulasi darah dalam tubuh tidak dapat bekerja dengan normal.

Berdasarkan penemuan Dr. Joanna Hlebowicz dan rekan-rekan terhadap 14 sukarelawan kesehatan yang gula darahnya diukur sebelum dan sesudah makan semangkok bubur beras; masing-masing sukarelawan diuji setelah makan semangkok bubur beras dan setelah makan makanan yang mengandung kayu manis.

Pasca pengujian darah yang dilakukan secara berulang kali selama dua jam, terbukti bahwa kandungan gula darah para sukarelawan menurun setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung kayu manis.

Kayu manis memperlambat pengosongan usus besar

Menurut Hlebowicz dan rekan-rekannya, salah satu efek yang terlihat, kayu manis cenderung memperlambat laju makanan dari lambung ke usus. Dengan menggunakan ultrasound scans, para peneliti menemukan pada pengosongan lambung para sukarelawan menjadi lambat setelah mengkonsumsi pudding yang mengandung kayu manis.

Apakah penderita diabetes sebaiknya memulai pola makannya dengan mengkonsumsi makanan mengandung kayu manis masih menunggu hasil lebih lanjut.

Dalam sebuah studi kecil yang dilakukan Hlebowicz dan rekan-rekan mencatat, bahwa penderita diabetes tipe 2 yang menambahkan kayu manis pada makanannya selama 40 hari, terbukti kandungan gula darah dan kolesterolnya cenderung mengalami penurunan tajam.

Sebaliknya, sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini membuktikan kecenderungan itu tidak ditemukan pada penderita diabetes tipe 1.

Pada akhirnya Hlebowicz dan rekan-rekan menyimpulkan bahwa studi lanjutan yang difokuskan pada penderita diabetes masih perlu untuk diteliti. (rtr/ The Epoch Times)

Source: American Journal of Clinical Nutrition, June 2007

- 14 Agustus 2009

Sumber :

http://erabaru.net/kesehatan/34-kesehatan/3707-kayu-manis-mempertahankan-kestabilan-gula-darah

17 September 2009

Teh Hitam Ampuh Turunkan Kadar Gula Darah

KADAR gula darah naik? Kini Anda, tidak perlu lagi menggunakan obat-obatan medis. Cobalah minum teh hitam yang lebih alami. Sebuah studi terbaru yang dilakukan para peneliti dariTianjin University, China, menyatakan kalau teh hitam mengandung substansi menyerupai obat diabetes tipe 2 yaitu Precose dan Glyset.

Dalam studi yang dipublikasian di Journal of Food Science ini, peneliti menjelaskan kalau teh hitam mengandung lebih banyak komponenpolysaccharide dibandingkan teh lainnya termasuk teh hijau.

Peneliti mengemukakan bahwa teh bubuk kasar dalam sejarahnya telah lama digunakan sebagai pengobatan diabetes di China dan Jepang. Kandungan polysaccharides dalam teh dinyatakan bisa menurunkan kadar gula darah. Dan kandungan polysaccharides dalam teh ini, terang pemimpin studi Haixia Chen, ternyata juga bisa menghambat enzim alpha-glucosidase, enzim yang mengubah tepung menjadi glukosa."Obat diabetes Precose dan Glyset juga bekerja dengan menghambat enzim ini," tutur Chen, seperti dikutip situs webmd.

Menurut Chen, banyak usaha yang telah dilakukan untuk menemukan material alami yang efektif mencega glukosa. Dan kandungan polysaccharide dalam teh hitam ini, terang dia, potensial dalam mengontrol diabetes.

Meskipun dalam studinya Chen menggunakan ekstrak teh, tentu tidak ada salahnya kalau Anda menambah asupan teh hitam dengan cara minum teh. (OL-08)

10 Bahan Ajaib Penurun Kadar Gula Darah

Anda penderita Diabetes? Jika kadar gula darah Anda bermasalah, tak ada salahnya mencoba 10 bahan berikut yang membantu menurunkan gula darah, meningkatkan sensitifitas insulin, menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol, dan beberapa manfaat lain.

1. Gymnema Sylvestre
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 200 - 250 miligram per hari

Nama Hindi tumbuhan ini berarti 'penghancur gula', dan tanaman ini dikatakan memiliki kemampuan untuk menurunkan kemampuan mendeteksi rasa manis. Tanaman ini dianggap sebagai tanaman paling kuat untuk mengendalikan gula darah. Kemungkinan besar, cara kerjanya adalah dengan meningkatkan aktivitas enzim yang membantu sel tubuh untuk menggunakan glukosa atau dengan merangsang produksi insulin. Walaupun belum ada penelitian intensif, tapi belum ditemukan adanya efek samping serius untuk penggunaan tanaman ini.


2. Pare
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 50 - 100 mililiter (3-6 sdm) jus per hari

Pare yang pahit ini dianggap mampu membantu sel menggunakan glukosa secara lebih efektif dan meredam penyerapan gula di dalam usus. Para peneliti di Filipina yang meneliti konsumsi pare kepada pria dan wanita dalam bentuk kapsul selama 3 bulan menemukan adanya penurunan gula darah, walaupun sedikit, tetapi konstan. Permasalahan yang muncul adalah masalah pencernaan, tapi tidak jelas apa.


3. Magnesium
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 250 - 350 miligram per hari

Kekurangan magnesium tidak jarang ditemui sebagai salah satu penyebab diabetes, bahkan gejala ini memperburuk kondisi gula darah dan resistansi insulin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen magnesium dapat memperbaiki fungsi insulin dan menurunkan gula darah. Coba konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi insulin.


4. Prickly Pear Cactus (Daging buah kaktus)
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: jika dikonsumsi sebagai makanan, 150 gram rebusan kaktus per hari.

Buah matang dari kaktus ini mampu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Bentuk yang bisa ditemui adalah dalam bentuk buah, atau jus, atau bubuk. Para peneliti menemukan bahwa buah ini menurunkan kadar gula darah karena adanya komponen yang mirip dengan insulin. Buah ini juga tinggi kadar seratnya.


5. Gamma-Linolenic Acid (Asam Linoleat Gamma)
Fungsi utama: Mengurangi sakit saraf
Dosis umum: 270 - 540 milligrams sekali per hari

Asam Linoleat Gamma, atau GLA adalah asam lemak yang ditemukan dalam minyak bunga evening primrose. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes adalah orang yang memiliki level GLA rendah dalam darah, dan penelitian menunjukkan bahwa suplemen ini dapat menurunkan, bahkan mencegah sakit di saraf yang muncul akibat diabetes


6. Chromium (Krom)
Fungsi utama: Menurunkan kadar gula
Dosis umum: 200 mikrogram per hari.

Mineral ini dianggap mampu meningkatkan kinerja insulin dan terlibat juga dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Beberapa penelituan menunjukkan bahwa mineral ini membantu menurunkan gula darah, tapi hanya untuk mereka yang memang kekurangan krom.


7. Bilberry
Fungsi utama: Melindungi mata dan syaraf
Dosis umum: 80-120 miligram standar billberry extract per hari.

Saudara blueberry ini memiliki antioksidan kuat dalam buah dan daunnya. Antioksidan yang dinamai antosianidin ini, membantu mencegah kerusakan sel darah kecil yang dapat merusak saraf dan retina mata. Penelitian terhadap hewan menunjukkan adanya penurunan gula darah juga akibat konsumsi buah

8. Alpha-Lipoic Acid (Asam Alpha Lopoic)
Fungsi utama: Mengurangi rasa sakit syaraf, dan menurunkan kadar gula darah
Dosis umum: 600-800 miligram per hari.

Disingkat ALA, bahan yang mirip vitamin ini menetralkan berbagai radikal bebas. Pembentukan radikal bebas adalah salah satu faktor peningkatan gula darah, dapat membuat kerusakan saraf dan berbagai masalah lain. ALA jg mampu membantu sel otot untuk menyerap gula darah. Di salah satu penelitian di Jerman, sekelompok peneliti memerika 40 orang dewasa yang mengkonsumsi ALA dan placebo. Di akhir studi selama 4 minggu, ditemukan bahwa ALA meningkatkan sensitifitas insulin sebanyak 27 persen.

9. Fenugreek
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 5 sampai 30 gram setuap makan, atau 15 sampai 90 gr per hari.

Biji-bijian yang digunakan sebagai bumbu masakan India ini mampu menurunkan tekanan darah, meningkatkan sensitifitas insulin, dan menurunkan kolesterol, menurut beberapa penelitian. Efek ini mungkin timbul karena tingginya kadar serat. Bijinya jg mengandung asam amino yang meningkatkan produksi insulin. Di salah satu penelitian terhadap fenugreek, 60 orang yang mengkonsumsi 25 gr bumbu ini menunjukkan peningkatan yang baik terhadap pengendalian gula darah.

10. Ginseng
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 1-3 gram per hari dalam bentuk kapsul atau tablet, 3-5 mililiter dalam bentuk tincture 3kali sehari.

Dikenal karena kemampuannya yang mendorong sistem kekebalan tubuh, ginseng ini memiliki beberapa hasil positif mengenai diabetes. Para peneliti menemukan bahwa ginseng memperlambat penyerapan karbohidrat, meningkatkan kemampuan sel dalam menyerap glukosa, dan meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas. Ditemukan juga di Toronto dalam suatu penelitian, bahwa ginseng mampu menurunkan kadar gula sampai 15-20 persen.

Tak ada salahnya Anda mencoba suplemen alami tersebut, tapi ada baiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsinya. Jika tidak ada perubahan setelah satu atau dua bulan, hentikan dan jangan buang-bunga lagi uang Anda. Salam sehat! (kpl/wiedy/rit)

- 11 Juni 2008


Sumber :

http://www.kapanlagi.com/a/10-tanaman-ajaib-penurun-kadar-gula-darah.html

17 September 2009

Bahaya Gula Darah

Diabet atau kencing Manis adalah penyakit metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah.

Sejarah

Banyak orang awam menganggap bahwa penyakit Diabet adalah penyakit baru, bahkan adakalanya menganggap penyakit tersebut identik dengan makan kentang dan akhirnya potong kaki. Menurut catatan sejarah, sebenarnya penyakit Diabet sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi. Ketika itu pula para ahli di jamannya telah mengupayakan obat penyembuhnya.

• Papirus Ebers, Mesir (1500 SM): mengobati Penyakit sering Kencing

• Sushrutha, India (400 SM): Penyakit Kencing Madu

• Areteus (81-138 SM): Memberi nama Diabetes Mellitus. Beliaulah yang kemudian disebut Bapak Diabetes Mellitus.


Gejala awal:

• Banyak minum / mudah haus • Banyak kencing • Banyak makan / mudah lapar


Gejala lanjutan:

• Banyak minum / mudah haus • Banyak kencing • Berat badan menurun • Mudah lelah


Seseorang didiagnosa Diabet, bila:

• Ada Gejala, dan Kadar Gula Darah Puasa > 120 mg/dl; atau Kadar Gula 2 jam sesudah makan > 200 mg/dl atau Kadar Gula Darah sewaktu > 200 mg/dl.

• Tidak ada Gejala, tetapi pada pemeriksaan Laboratorium, didapatkan: Gula Darah Puasa > 120 dan Kadar Gula 2 jam sesudah makan > 200 mg/dl; atau Gula Darah Puasa > 120 mg/dl dan Kadar Gula sewaktu > 200 mg/dl; atau Gula darah 2 jam sesudah makan > 200 mg/dl dan Gula Darah sewaktu > 200 mg/dl

Bila gula tidak terkontrol atau tidak diobati, maka akan timbul gejala kronis, berupa:

• Banyak minum / mudah haus • Banyak kencing, disertai dengan tanda-tanda lain, diantaranya: • Sering kesemutan • Kulit terasa panas dan tebal • Kram dan mudah capai, • Mudah mengantuk • Mata menjadi kabur • Gatal sekitar kemaluan, terutama wanita • Gigi mudah goyah dan mudah lepas • Kemampuan sex menurun • Para ibu hamil sering mengalami keguguran atau kematian janin dalam kandungan, atau melahirkan dengan bayi berat lahir > 4 kg.

Penyakit Diabet / Kencing Manis kebanyakan adalah penyakit keturunan, bukan penyakit menular. Bisa juga karena sebab lain, misalnya: • Terlalu lama minum obat tertentu • Terkena infeksi virus, dll Penyakit Diabet tidak harus dijadikan ” Momok “, asalkan:

• Kontrol Gula Darah secara teratur

• Minum obat sesuai dosis yang dianjurkan

• Diet sesuai anjuran

• Olahraga sesuai kemampuan

• Berdoa

Bila penderita Diabet dapat merawat dirinya dengan baik, maka insya Allah akan dapat hidup bahagia bersama Diabet. Bila diremehkan , komplikasi dapat menyerang seluruh anggota tubuh.

Kepada penderita Diabet dihimbau agar:

• Memerangi Diabet dengan cara mencegah dan merawatnya sedini mungkin

• Memerangi Diabet yang sudah menunjukkan komplikasi dengan cara mengobatinya dengan baik dan teratur agar komplikasi tidak berkelanjutan.

Komplikasi Diabet:

• Komplikasi Akut (komplikasi yang segera terjadi dalam waktu pendek): Hipoglikemi (kekurangan glukosa / gula). Gejalanya: lapar, gemetar, keringat dingin, pusing, dll. Penanggulangan: makan roti, pisang dll • Koma Diabetik ( glukosa terlalu tinggi ). Gejalanya: nafsu makan menurun, haus, minum banyak, kencing banyak, mual, muntah, napas cepat. Penanggulangan: Segera ke Rumah Sakit

• Komplikasi Kronik (komplikasi yang muncul dalm waktu yang lama, bila kadar gula tidak terkontrol)

Bila lengah, dapat terjadi komplikasi kronik yang menyerang seluruh tubuh, dari rambut sampai ujung kaki termasuk alat tubuh di dalamnya. Bila perawatan tertib dan teratur, komplikasi tidak akan muncul.

Apa saja komplikasinya?

• Rambut : menipis, mudah rontok

• Telinga : berdesing, pendengaran menurun

• Mata : makin kabur, mata terasa kering, dll

• Lidah : terasa tebal, kenikmatan terganggu

• Ludah : mengental, mulut terasa kering

• Gigi : mudah goyah

• Paru : bila batuk lama

• Jantung : mudah terkena penyakit jantung koroner

• Lever : mudah terkena penyakit hati

• Perut : mudah kembung, dll

• Ginjal : mudah terkena gangguan fungsi ginjal

• Kandung kemih: sering ngompol

• Seksual : menurun

• Urat syaraf : kesemutan, rasa tebal, kram, ngilu dll

• Pembuluh darah: mengecil dan mudah timbul borok

• Kulit : mudah bisulan


Diet Diabet

Penderita Diabet secara umum harus mengurangi makanan dan minuman yang mengandung gula. Jadwal makan: 3 kali makanan utama dan 3 kali makanan antara (snack)

(disarikan dari buku diabet oleh Prof. DR. Dr. H. Askandar Tjokroprawiro, 2002 M.)

Sumber :

http://butikalkes.com/?p=274

17 September 2009

Gula Darah Tinggi Sesudah Makan, Bisa Memicu Jantung

JANGAN anggap sepele kenaikan gula darah sesudah makan.Kondisi ini bisa memicu gangguan fungsi hati yang bisa berlanjut ke jantung.

Bagi kebanyakan penderita diabetes, meningkatnya kadar gula darah sesudah makan menjadi suatu hal yang dianggap lumrah, sekalipun angkanya menembus batas normal, yakni 140 mg/dL. Bagi mereka, patokan normal tidaknya gula darah adalah pemeriksaan sebelum makan dan gula darah puasa.

Padahal, mereka yang selalu mengalami peningkatan kadar gula darah harus waspada. Pasalnya, gula darah yang tinggi sesudah makan akan meningkatkan pembentukan oxidative stress, yaitu radikal bebas yang memicu terjadinya gangguan fungsi pembuluh darah. Inilah tahap permulaan dari perjalanan penyakit jantung.

Angka penelitian dari kebanyakan ahli di dunia, menunjukkan bahwa 84 persen penderita diabetes tipe 2 mengalami kenaikan gula darah di atas normal setiap habis makan.

International Diabetes Federation (IDF) di Amsterdam, Belanda merekomendasikan hasil terbaru yang menekankan pentingnya memerhatikan kondisi gula darah pasien diabetes sesudah makan tidak lebih dari 140 mg/dL pada dua jam setelah makan. Sementara pada orang sehat, kondisi gula darah telah diatur sedemikian rupa oleh tubuh, sehingga ketika gula darah meningkat sesudah makan, maka akan dilepaskan hormon insulin untuk menurunkannya.

Ditambah lagi, gula darah yang naik sesudah makan pada orang normal, tidak akan melebihi 140 mg/dL, dan akan turun dalam dua jam sesudahnya karena dikelola oleh metabolisme di dalam tubuh. Namun pada penderita diabetes, kontrol tubuh terhadap kenaikan gula darah sangatlah buruk.

Setelah makan, gula darah yang naik akan tetap bertahan tinggi dalam jangka waktu yang agak lama, hal ini karena tubuh tidak cukup memiliki hormon insulin yang bertugas menurunkan gula darah, atau mungkin tidak ada insulin sama sekali yang diproduksi organ pankreas. Gejala orang dengan gula darah yang cenderung tinggi inilah yang disebut diabetes.

Diabetes tidak akan berarti apa-apa bagi penderitanya, sampai komplikasi muncul. Komplikasi akibat diabetes mencakup penyakit kardiovaskular dan stroke, gangguan fungsi ginjal sampai gagal ginjal terminal, gangguan penglihatan sampai kebutaan, ganggren pada kaki sampai terjadi amputasi, dan impotensi yang umumnya terjadi pada pria.

Komplikasi ini tidak hanya menurunkan kualitas hidup bagi penderita diabetes,tetapi juga ancaman kematian. Belum lagi besarnya dampak ekonomi yang diakibatkan biaya perawatan komplikasi akibat diabetes yang cenderung tinggi.

"Komplikasi diabetes terjadi pada semua organ dalam tubuh yang dialiri pembuluh darah kecil dan besar, dengan penyebab kematian 50 persen akibat penyakit jantung koroner dan 30 persen akibat gagal ginjal. Selain kematian, DM juga menyebabkan kecacatan," ungkap Prof Dr dr Sidartawan Soegondo SpPD-KEMD.

FACE, Ketua Divisi Metabolik dan Endokrin, Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Sidartawan juga menambahkan, sebanyak 30 persen penderita DM mengalami kebutaan akibat komplikasi retinopathies dan 10 persen harus menjalani amputasi tungkai kaki. Bahkan, DM membunuh lebih banyak dibandingkan dengan HIV/ AIDS. Untuk mencegahnya, gula darah sebelum makan harus selalu dikontrol.

Gula darah sesudah makan merupakan kontributor utama bagi terbentuknya nilai hemoglobin glikat (HbA1C). Angka HbA1C merupakan cerminan nilai rata-rata tingkat gula darah pasien selama 2-3 bulan terakhir, jadi dapat diibaratkan seperti buku rapor evaluasi kuartalan. IDF merekomendasikan target nilai HbA1C pada pasien diabetes adalah 6,5 persen.

Semakin tinggi angka HbA1C, maka artinya semakin buruk tren gula darah 2-3 bulan terakhir yang dialami pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunkan nilai HbA1C, berarti menekan risiko komplikasi diabetes. Pemeriksaan HbA1C ini bisa dilakukan di laboratorium atau rumah sakit dan klinik. Sejak lama, HbA1C dianggap merupakan hasil nilai gabungan dari nilai gula darah puasa (sebelum makan) dan sesudah makan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi pasien untuk menjaga nilai di antara keduanya. Namun demikian, hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa tingginya gula darah sesudah makan (post-meal hyperglycemia) merupakan faktor risiko yang bersifat independen terhadap komplikasi kardiovaskular. Bahkan, jika si pasien mempunyai nilai HbA1C yang normal sekalipun.

Oleh karena peranan gula darah sesudah makan adalah penting, panduan IDF telah mengatur target nilai gula darah dua jam sesudah makan agar diarahkan selalu di bawah 140 mg/dL.

Peran monitoring gula darah menggunakan alat monitor gula darah (misal: Accu-Chekdari Roche) menjadi sangat penting, karena kepraktisannya dalam mengukur gula darah pasien secara cepat, kapan pun dibutuhkan.

Kehadiran alat semacam ini merupakan revolusi bagi dunia diabetes, karena kini pasien dapat secara mudah mengelola sendiri diabetes, dan sekaligus memantapkan pola hidup sehat yang seharusnya dijalani setiap pasien diabetes. Data "real-time" yang diberikan alat monitor gula darah ini, juga membantu dokter dalam mengambilputusan terapi bagi pasien. Sebab, informasi tren gula darah ini juga merupakan dasar terpenting bagi dokter dalam menentukan dosis dan jenis obat yang dibutuhkan.(Koran SI/Koran SI/nsa)
- 14 Agustus 2009

Sumber :
17 September 2009

Stres Tingkatkan Gula Darah

Kaitan antara stres dan gangguan kesehatan sudah lama diketahui para ahli. Kelelahan, gangguan konsentrasi, hingga naiknya berat badan merupakan sedikit dari dampak stres. Kini Anda bisa menambahkan satu gangguan lain, yakni naiknya gula darah.

Hal itu terjadi karena saat kita stres, tubuh akan melakukan penyesuaian. Usaha penyesuaian tadi akan menyebabkan jantung berdetak lebih cepat, dan napas pendek-pendek. Gula darah pun ikut-ikutan melonjak.

"Di bawah tekanan stres, tubuh kita akan berada dalam mode melawan atau membiarkan sehingga gula darah pun akan naik sebagai bentuk persiapan terhadap kondisi tadi," kata Richard Surwit, PhD, penulis buku
The Mind Body Diabetes Revolution.

Pada dasarnya hormon stres dalam tubuh kita didesain hanya untuk menghadapi situasi stres yang sifatnya sementara, seperti terjebak macet, menghadapi tes kerja, atau bertemu calon mertua, misalnya. Sayangnya, kebanyakan stres yang kita alami bersifat kronis, alias sudah menetap lama. Sebut saja pekerjaan yang setiap hari menuntut lembur, atau harus merawat orangtua yang sakit.

Akibatnya, hormon stres tadi akan seperti predator karena harus bertahan dalam kurun waktu yang lama. Gula darah pun dipaksa untuk terus-menerus menyesuaikan dengan kondisi ini. Untuk orang yang diabetes, peningkatan gula darah ini merupakan suatu masalah sendiri mengingat mereka tidak bisa memproduksi insulin secara ekstra untuk mempertahankan gula darahnya.

Kabar baiknya, olahraga yang sifatnya relaksasi dan teknik manajemen stres lain bisa membantu kita mengendalikan kadar gula darah.

Dalam penelitian yang dilakukan para ahli dari Duke University terhadap 100 pasien gula darah yang mengikuti kelas manajemen stres, diketahui setelah setahun kadar gula darah mereka tetap terjaga dan risiko terkena komplikasi diabetes pun berkurang.

Para responden penelitian tersebut mengikuti kelas manajemen stres yang meliputi relaksasi otot, olah napas, dan belajar memiliki pikiran positif.

- 15 September 2009


AN
Sumber : Prevention.

Sumber :
17 September 2009

Gula Darah

Dalam ilmu kedokteran, gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah. Konsentrasi gula darah, atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh.

Umumnya tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang hari: 4-8 mmol/l (70-150 mg/dl). Tingkat ini meningkat setelah makan dan biasanya berada pada level terendah pada pagi hari, sebelum orang makan.

Diabetes mellitus adalah penyakit yang paling menonjol yang disebabkan oleh gagalnya pengaturan gula darah.

Meskipun disebut "gula darah", selain glukosa, kita juga menemukan jenis-jenis gula lainnya, seperti fruktosa dan galaktosa. Namun demikian, hanya tingkatan glukosa yang diatur melalui insulin dan leptin.


Pengaruh Langsung dari Masalah Gula Darah

Bila level gula darah menurun terlalu rendah, berkembanglah kondisi yang bisa fatal yang disebut hipoglikemia. Gejala-gejalanya adalah perasaan lelah, fungsi mental yang menurun, rasa mudah tersinggung, dan kehilangan kesadaran.

Bila levelnya tetap tinggi, yang disebut hiperglikemia, nafsu makan akan tertekan untuk waktu yang singkat. Hiperglikemia dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan yang berkepanjangan pula yang berkaitan dengan diabetes, termasuk kerusakan pada mata, ginjal, dan saraf.


Mekanisme Pengaturan Gula Darah

Tingkat gula darah diatur melalui umpan balik negatif untuk mempertahankan keseimbangan di dalam tubuh. Level glukosa di dalam darah dimonitor oleh pankreas. Bila konsentrasi glukosa menurun, karena dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh, pankreas melepaskan glukagon, hormon yang menargetkan sel-sel di lever (hati). Kemudian sel-sel ini mengubah glikogen menjadi glukosa (proses ini disebut glikogenolisis). Glukosa dilepaskan ke dalam aliran darah, hingga meningkatkan level gula darah.

Apabila level gula darah meningkat, entah karena perubahan glikogen, atau karena pencernaan makanan, hormon yang lain dilepaskan dari butir-butir sel yang terdapat di dalam pankreas. Hormon ini, yang disebut insulin, menyebabkan hati mengubah lebih banyak glukosa menjadi glikogen. Proses ini disebut glikogenosis), yang mengurangi level gula darah.

Diabetes mellitus tipe 1 disebabkan oleh tidak cukup atau tidak dihasilkannya insulin, sementara tipe 2 disebabkan oleh respon yang tidak memadai terhadap insulin yang dilepaskan ("resistensi insulin"). Kedua jenis diabetes ini mengakibatkan terlalu banyaknya glukosa yang terdapat di dalam darah.


Gula Darah Rendah

Sebagian orang merasa mengantuk atau fungsi kognitifnya menurun beberapa jam setelah makan, yang mereka yakini berkaitan dengan menurunnya tingkat gula darah, atau "gula darah rendah". Untuk informasi lebih lanjut, lihat: idiopathic postprandial syndrome hypoglycemia.


Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Gula_darah

17 September 2009